KOMPAS. com- Teleskop radio merupakan satu diantara penemuan penting yang membuat lengah dunia melihat lebih dalam dunia semesta ini.

Teknologi ini telah membawa perubahan mulia bagi ilmu astronomi, membawa negeri lebih mengenal beragam misteri alam semesta, seperti lubang hitam, satelit, bintang, galaksi hingga beragam jasad langit lainnya.

Langsung, apa itu teleskop radio?

Teleskop radio adalah instrumen istimewa bagi ilmu astronomi radio dengan pertama kali berkembang pada pangkal abad ke-20.

Penemuan teleskop radio ini tidak terlepas dari peran seorang insinyur muda di Bell Laboratories, Karl G. Jansky. Jansky adalah karakter pertama yang memiliki peran gede dalam kelahiran cabang baru ilmu astronomi ini.

Baca juga: Teleskop Radio Terbesar, Sistem Radar Bumi Ini Bakal Dihancurkan, Kenapa?

Melansir Britannica , Kamis (3/12/2020) dalam tahun 1933, saat sedang mencari penyebab gangguan gelombang pendek, Jansky menemukan emisi radio luar udara untuk pertama kalinya.

Ia pun memasang antena radio pada meja putar, sehingga unit ini bisa diarahkan ke berbagai bagian langit untuk menentukan pedoman sinyal yang mengganggu tersebut.

Perangkat tersebut tak hanya mendeteksi usikan radio dari badai yang jauh, tetapi ternyata juga menemukan sumber ‘noise’ radio dari pusat Galaksi Bima Sakti.

Inilah yang kemudian menjadi deteksi awal mula gelombang radio kosmik serta menarik perhatian masyarakat dan komunitas astronomi dunia.

Baca juga: Teleskop Raksasa Bakal Dibangun NASA di Bulan, Barang apa Fungsinya?

Perangkat tersebut kemudian tumbuh, setelah Grote Reber, seorang insinyur radio dan operator radio amatir membangun reflektor parabola sepanjang 9, 5 meter di halaman kecil rumahnya di Wheaton, Illinois, Amerika Serikat.

Pengembangan perabot tersebut melanjutkan penyelidikan Jansky mengenai kebisingan atau gangguan sinyal radio kosmik yang ditemukannya.

Pada tahun 1944, Reber menimbulkan peta radio langit yang prima dan setelah Perang Dunia II berakhir, teknologi yang telah dikembangkan untuk radar militer tersebut diterapkan dalam penelitian astronomi.

Teleskop radio semakin besar serta canggih, dibangun pertama kali dalam Australia dan Inggris Raya, kemudian di Amerika Serikat dan negeri lain.